kandungan-buah-merah-papua.
Sampai saat ini senyawa kimia yang terkandung di dalam
sari buah merah masih tidak seragam, terutama tokoferol dan betakarotennya.
Beberapa sampel sari buah merah yang diteliti menunjukkan kadar kandungan
tokoferol dan betakaroten yang berbeda-beda. Jumlah kandungan dua senyawa ini
dipengaruhi oleh tempat tumbuh tanaman dan proses pembuatannya. Tokoferol dan
betakaroten yang tinggi diperoleh dari buah yang berasal dari tanaman dataran
tinggi dan melalui proses pemasakan yang benar. Proses pemasakan dengan
pemanasan tinggi dan waktu lama akan menurunkan dua kandungan tersebut.
Kandungan senyawa kimia ini juga dipengaruhi oleh jenis buah merah tersebut.
Dipedalaman Papua sendiri bisa ditemukan paling sedikit 14 jenis atau varietas
tanaman buah merah.
Sampel sari buah merah barugum yang berhasil diteliti
oleh Fakultas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan
kandungan senyawa kimia seperti yang tertera di Tabel berikut ini.
»
Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah
No.
|
Bahan Kimia
|
Kandungan
|
|
|
|
1.
|
Tokoferol
|
511 ppm
|
2.
|
Alfatokoferol
|
351 ppm
|
3.
|
Betakaroten
|
59,7 ppm
|
4.
|
Protein
|
0,27%
|
5.
|
Kalsium
|
9,730 mg
|
6.
|
Besi
|
17,885mg
|
7.
|
Fosfor
|
0,774%
|
8.
|
Vitamin C
|
0,088 ug/g
|
9.
|
Asam Palmitoleat
|
1091 mg
|
10.
|
Asam oleat
|
66057 mg
|
11.
|
Asam linoleat
|
5532 mg
|
12.
|
Asam alfa linolenat
|
589 mg
|
Sementara itu, penelitian I Made Budi terhadap buah
merah yang dimuat di buku Buah Merah (Penebar Swadaya, 2004) menunjukkan basil
seperti di 2 tabel berikut ini.
»
Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah
No.
|
Bahan Kimia
|
Kandungan
|
1.
|
Tokoferol
|
511 ppm
|
2.
|
Alfatokoferol
|
351 ppm
|
3.
|
Betakaroten
|
59,7 ppm
|
4.
|
Protein
|
0,27%
|
5.
|
Kalsium
|
9,730 mg
|
6.
|
Besi
|
17,885mg
|
7.
|
Fosfor
|
0,774%
|
8.
|
Vitamin C
|
0,088 ug/g
|
9.
|
Asam Palmitoleat
|
1091 mg
|
10.
|
Asam oleat
|
66057 mg
|
11.
|
Asam linoleat
|
5532 mg
|
12.
|
Asam alfa linolenat
|
589 mg
|
»
Kandungan nutrisi per 100 gram buah merah
No.
|
Bahan Kimia
|
Kandungan
|
1.
|
Energi
|
396 kal
|
2.
|
Protein
|
3.300 mg
|
3.
|
Lemak
|
28.100 mg
|
4.
|
Serat
|
20.900 mg
|
5.
|
Kalsium
|
54.000 mg
|
6.
|
Fosfor
|
30mg
|
7.
|
Besi
|
2,44 mg
|
8.
|
Vitamin B1
|
0,90 mg
|
9.
|
Vitamin C
|
25,70 mg
|
10
|
Niasin
|
1,8 mg
|
11.
|
Air
|
34,90 mg
|
Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang
terkandung dalam buah merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai
antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang
membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa
antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya.
Tokoferol yang ada di dalam buah merah tersebut adalah
vitamin E alami yang bisa mengencerkan darah. Hal ini baik untuk penderita
stroke. Salah satu pemicu stroke adalah tekanan darah tinggi dan penyumbatan
atau penggumpalan darah di pembuluh darah. Jika tekanan darah meningkat dan
terjadi penggumpalan atau penyumbatan di dalam pembuluh darah, pembuluh darah
bisa pecah. Pecahnya pembuluh darah ini dinamakan stroke. Tokoferol tersebut
akan membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki
sistem kerja jantung, atau menurunkan tekanan darah. Sementara itu, betakaroten
di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang tidak bisa diproduksi oleh
tubuh manusia. Vitamin A inilah yang berfungsi membantu menyembuhkan penyakit
yang berhubungan dengan mata.
Senyawa asam lemak tak jenuh, seperti omega 9, omega 6,
dan omega 3 berperan membantu sistem kerja otak. Selain itu, senyawa ini di
dalam tubuh juga bisa bekerja sebagai antioksidan. Kalsium dan besi yang ada di
dalam buah merah sangat tinggi dan bisa membantu mencegah dan mengobati
osteoporosis. Sementara itu, senyawa lainnya, seperti vitamin C dan B hanya
sedikit. 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar